Senin, 12 Maret 2018

Tugas Softskill Mengenai "Sejarah Games"


Sejarah Perkembangan Game Dan Jenisnya

A.   Sejarah Games

Berbicara tentang game, pastinya istilah yang satu ini sudah tidak asing lagi bagi hampir semua orang di seluruh dunia. Bagaimana tidak, setiap aktifitas yang dijalani sekarang ini pasti tidak terlepas dengan yang namanya game. Hal tersebut terjadi karena sejatinya game dangat berguna untuk mengisi waktu kosong ataupun menjadi sarana hiburan disaat pikiran sedang kacau atau stres.
Ditambah lagi di era smartphone sekarang ini juga banyak sekali game yang bisa dimainkan dengan grafis yang luar biasa walaupun hanya bermodalkan layar yang kecil namun bisa memberikan sensasi luar biasa tersendiri. Walaupun bagi sebagian orang game adalah hal yang sepele, namun bagi para penggila game, smartphone dengan spesifikasi yang mutakhir adalah hal yang sangat utama supaya bisa menikmati suatu game.
Game sendiri memiliki sejarah atau asal usul yang tentunya sangat menarik untuk kita ketahui bersama. Mulai dari siapa penemu game, seperti apa game yang pertama kali dibuat di dunia, dan masih banyak lagi. Bisa dibilang game merupakan hal yang tidak ada matinya atau hal yang sekarang ini tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Untuk itu, mari sama – sama kita bahas lebih dalam mengenai game.
Apa Itu Game
Sebelum membahas lebih jauh, alangkah lebih baik jika kita mengetahui lebih dulu tentang apa yang dimaksud dengan game. Game sendiri berasal dari kata dalam Bahasa Inggris yang berarti dasar permainan. Permainan dalam hal ini merujuk pada pengertian kelincahan intelektual (Intellectual Playability Game) yang juga bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya. Di dalam sebuah game, akan ada target-target yang ingin dicapai oleh para pemainnya.
Menurut kamus bahasa Indonesia “Game” diartikan sebagai permainan. Permainan merupakan bagian dari bermain, dan bermain juga bagian dari permainan yang keduanya adalah hal yang saling berhubungan. Permainan adalah kegiatan yang kompleks yang didalamnya terdapat sebuah peraturan, alur dan budaya. Sebuah permainan merupakan sebuah sistem yang dimana pemain terlibat dalam sebuah konflik buatan, disini pemain berinteraksi dengan sistem dan konflik dalam permainan yang merupakan rekayasa atau buatan, dalam permainan terdapat peraturan yang bertujuan untuk membatasi perilaku pemain dan menentukan alur cerita dari permainan.
Game bertujuan untuk menghibur, biasanya game banyak disukai oleh anak – anak hingga orang dewasa. Games sebenarnya penting untuk perkembangan otak, untuk meningkatkan konsentrasi dan juga melatih untuk memecahkan suatu masalah dengan tepat dan cepat karena dalam game terdapat berbagai konflik atau masalah yang menuntut kita untuk menyelesaikannya dengan cepat dan tepat. Tetapi game juga bisa merugikan karena apabila kita sudah kecanduan game kita akan lupa waktu dan akan mengganggu kegiatan atau aktifitas yang sedang kita lakukan.

Sejarah Singkat Perkembangan Game

Awal mula permainan video/video game terdapat pada awal tabung sinar katoda berbasis pertahanan peluru kendali sistem pada akhir 1940-an. Program-program yang ada ini kemudian diadaptasi ke dalam sebuah permainan sederhana lainnya di era tahun 1950-an. Pada akhir tahun 1950-an dan melalui tahun 1960-an, lebih banyak permainan komputer yang dikembangkan (kebanyakan di komputer mainframe), secara bertahap tingkat kecanggihan dan kompleksitasnya pun turut ikut bertambah. Setelah periode ini, video game telah menyimpang ke berbagai platform seperti arcade, mainframe, konsol, personal komputer dan kemudian permainan genggam.
Perusahaan komersial pertama video game console adalah Computer Space yang ada pada tahun 1971, yang merupakan landasan dasar bagi industri hiburan baru di akhir 1970-an di Amerika Serikat, Jepang, dan juga Eropa. Akan tetapi perusahaan ini tidak bertahan lama, hal ini sebagian besar disebabkan oleh banjirnya pesaing dari video game yang datang ke pasaran yang mengakibatkan keruntuhan total industri game konsol yang ada di seluruh dunia, dan akhirnya menggeser dominasi pasar dari Amerika Utara ke Jepang.
Tapi hal ini hanya mempengaruhi pasar game konsol, pasar game komputer sebagian besar tidak terpengaruh. Generasi selanjutnya dari konsol video game akhirnya terus didominasi oleh perusahaan-perusahaan yang berasal dari Jepang. Walaupun beberapa upaya sudah dilakukan oleh Amerika Utara dan perusahaan-perusahaan Eropa, dengan generasi keempat konsol video game, usaha mereka pada akhirnya gagal dan tidak membuahkan hasil.
Tidak sampai generasi keenam video game console dari non-perusahaan Jepang merilis sebuah sistem konsol yang sukses secara komersial. Pangsa game saat itu mengikuti jejak yang sudah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asal Amerika yang gagal dalam pengembangan game. Saat ini hanya perusahaan-perusahaan Jepang yang memiliki sukses besar dalam hal konsol game handheld, walaupun dalam beberapa tahun terakhir permainan genggam telah datang ke perangkat seperti ponsel dan PDA.
Seperti yang kita ketahui saat ini, game sendiri sudah sangat berkembang dan juga memberikan kemudahan yang sangat signifikan bagi para penikmatnya. Seperti contoh kecil, sekarang kita sudah bisa memainkan game dengan grafis 3D hanya dengan bermodalkan smartphone tanpa memerlukan console game untuk memainkannya dan juga sangat praktis sehingga bisa kita mainkan kapanpun dan dimanapun hanya dengan smartphone yang kita miliki.

Perkembangan Game Berdasarkan Generasinya

Game sendiri juga berkembang berdasarkan generasinya mulai dari awal dimana grafis dan alur permainan yang diciptakan sederhana hingga saat ini yang kita ketahui game sudah memasuki era dimana grafis yang disediakan terlihat begitu nyata. Berikut adalah perkembangan game berdasarkan generasinya :
·         Game Generasi Pertama
Pada sekitar tahun 1952, seorang yang bernama Alexander Shafto Douglas atau Sandy, menciptakan permainan komputer grafis pada saat ia mengejar gelar di kuliahnya EDSAC computer di University of Cambridge. Permainan ini diberi nama “Tic-Tac-Toe”. Dari sinilah awal mula perkembangan game mulai bermunculan.
Akhirnya pada tahun 1958, William Higinbotham mampu menciptakan video game pertamanya yang diberi nama “Tennis for Two”. Game ini termasuk permainan komputer analog interaktif, dan merupakan salah satu permainan elektronik pertama yang menggunakan tampilan grafis. Brookhaven National Laboratory menjadi tempat di mainkanya game tersebut.
Kemudian pada tahun 1962, game baru pun tercipta. Seorang mahasiswa yang bernama Steve Russell berhasil menciptakan game komputer interaktif pertama yang di beri nama “SpaceWar”. Permainan inilah yang dimainkan dengan menggunakan komputer. Spacewar adalah salah satu video game komputer digital pertama.
Sedangkan game interaktif televisi pertama kali di temukan pada tahun 1966. Game ini ditemukan oleh Ralph Baer dan permainan tersebut di beri nama Chase. Ralph baer termasuk perintis, penemu, sekaligus insinyur dan juga terkenal dengan sebutan “Bapak Video game”.
Pada tahun 1971, Nolan Bushnell dan Ted Dabney bekerja sama menciptakan sebuah permainan Arcade SpaceWar. Ini merupakan pertama kalinya permainan arcade di buat. Dan permainan ini diberi nama Computer Space. Game dengan coin untuk sistem pengoprasiannya.
Kemudian di tahun 1972, Bushnell bersama Dabney mendirikan sebuah perusahan yang diberi nama “Atari“. Namun masih di tahun yang sama, pembuatan video game justru di awali oleh Ralph Baer. Ia menciptakan home video game pertama dengan nama “Magnavox Odyssey” yang prototypenya diberi nama Brown Box yang cukup laris di pasaran. Didalamnya terdapat 16 game sehingga game ini sendiri tercatat sebagai game konsol pertama di dunia.
Pada tahun 1973, Tito Corporation juga ikut meramaikan dunia gaming dengan meluncurkan sebuah game dengan nama “Elepong”, berbentuk ding dong. Atari sendiri pada saat itu juga merilis game arcade Gotcha, dan Midway merilis game Winner.
Tahun 1974, Nakamura Manufacturing (sekarang lebih dikenal dengan nama Namco) berkecimpung pula dalam dunia video game setelah membeli Atari Jepang. Barulah pada tahun 1975, Atari meluncurkan video game arcade dengan nama “Pong”. Dan ditahun yang sama game komputer pertama juga ikut dirilis, bernama Gunfight yang dirilis oleh Midway. Masih ditahun tersebut, rakasasa masa depan memulai usahanya dengan mendirikan Microsoft yang kelak menjadi pembuat home video game konsol di abad 20. Siapa lagi kalau bukan Bill Gates dan Paul Allen.
·         Game Generasi Kedua
Di tahun 1976, Atari mendesain sebuah home video game versi Pong. Namun di tahun ini, Busnell memutuskan untuk menjual Atari pada Warner Communication. Tapi ia masih bekerja di Atari hingga tahun 1978. Yang kemudian Steve Jobs dan Steve Woznlak memutuskan untuk keluar dari Atari setelah menyelesaikan Breakout. Mereka mendirikan perusahaan untuk membuat komputer, yang hingga kini makin memfasilitasi kehidupan dunia di abad 20. Yang sudah tidak asing lagi kita kenal dengan Apple.
Dalam sejarah komputer dan video game, generasi kedua (biasa disebut sebagai awal era 8 bit atau kurang lebih 4 bit era) dimulai pada tahun 1976 dengan merilis Fairchild Channel F dan Radofin 1292 Advanced Programmable Video sistem. Di era generasi kedua ini yang menjadi primadona konsol game adalah konsol game ATARI. Beberapa contoh konsol game pada generasi kedua dapat dilihat disamping. Dari ki-ka adalah Fairchild Channel F,Atari 2600, Magnavox Odyssey ver. 2 , Atari 5200.
·         Game Generasi Ketiga
Tahun 1983, adalah tahun dimana game konsol semakin ramai di pasarkan. Salah satu yang masuk adalah Jepang Family Computer “FAMICOM”. Yang kemudian di kenal di seluruh dunia dengan sebutan Nintendo Entertainment System (NES). Tak kalah Sega Enterprise Tokyo juga memperkenalkan home video game system nya.
Ditahun ini Rick Dyer yang merupakan illustrator Don Bluth membuat game fantasi petualangan “Dragon’s Lair” dibawah Cinematronics. Seakan bersaing, di akhir tahun 1983, SEGA merilis konsol game pertamanya “SG-1000” dengan catridge yang mampu memainkan Zaxxon dan Congo Bongo. Dan disusul FAMICOM di tahun 1984, yang rilis hingga Amerika Serikat dan seluruh belahan dunia di kenal dengan NES (Nintendo). Inilah perang konsol game pertama yang terjadi, antara Nintendo dan Sega.
·         Game Generasi Keempat
Generasi keempat atau biasa juga disebut dengan era 16 bit, pada generasi ini NES mendapat sambutan hangat di seluruh dunia, dan sebuah perusahaan bernama Sega mencoba menyaingi Nintendo. Pada tahun 1988, Sega turut merilis konsol next-generation mereka, Sega Mega Drive (yang juga dikenal dengan Sega Genesis). Konsol ini menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang lebih halus dibanding NES.
Konsol ini cukup berhasil memberi tekanan, tetapi NES tetap bertahan dengan angka penjualan yang tinggi. Dua tahun berselang, pada 1990, Nintendo kembali menggebrak dengan konsol next-gen mereka, SNES (Super Nintendo Entertainment System). Selama 4 tahun, Nintendo dan Sega menjadi saingan bebuyutan, meskipun ada beberapa produsen seperti SNK dengan NeoGeo-nya, NEC dengan TurboGrafx-16 dan Phillips CD-i, tapi kedua konsol merekalah yang begitu handal dan populer.
·         Game Generasi Kelima
Generasi kelima atau disebut juga dengan era konsol 32 bit. Dimana konsol game yang paling populer pada generasi ini tidak lain adalah Sony Playstation.
·         Game Generasi Keenam
Generasi keenam ini ditandai dengan munculnya konsol-konsol game next generation dari masing-masing perusahaan seperti SONY, SEGA,Nintendo serta munculnya satu lagi konsol game baru yang diluncurkan oleh Microsoft yang diberi nama Xbox. Perang konsol game ini akhirnya mengakibatkan jatuhnya perusahaan konsol SEGA yang tidak dapat lagi meneruskan konsol next generation(Dreamcast) mereka dan lebih memilih untuk berkonsentrasi dibidang pembuatan game konsol.
·         Game Generasi Ketujuh
Dikarenakan semakin canggihnya teknologi di bidang teknologi maka kemudian 3 perusahaan konsol terbesar(Sony, Nintendo, dan Microsoft) mengeluarkan kembali konsol next-generation mereka keluaran terbaru. Sony mengeluarkan konsol next-gen yang diberi nama PS3(Playstation 3), lalu Nintendo dengan Nintendo Wii kemudian Microsoft dengan Xbox 360. Pada generasi ini semakin dikembangkan sistem permainan online atau permainan yang melibatkan banyak pemain yang terhubung dengan konsol mereka dan semakin ditinggalkannya permainan single player.
B.    Platform(Mesin)
Aplikasi games dapat dijalankan pada berbagai platform. Beberapa platform media yang bisa dijadikan pilihan untuk advergames adalah :

1. Personal Computer berupa aplikasi games pada PC. Games ini dijalankan pada personal computer. Pada media Personal Computer, durasi waktu penayangan adalah tidak terbatas, selama games tersebut bagus dan mampu menghibur audience/pemain, maka selama itulah tingkat kemungkinan untuk dilihat audience akan semakin tinggi. Pembuatan Games ini biasanya menggunakan Language C++ / C#, membutuhkan waktu 3-6 bulan tergantung dengan kompleksitas games tersebut.
2. Web Based Games. Yaitu aplikasi games yang diletakkan pada server di internet dimana audience/pemain hanya perlu menggunakan akses internet dan browser untuk mengakses games tersebut. Corporate yang memiliki keinginan mengumpulkan komunitas internet dan sekaligus memperkenalkan product/brandnya kepada komunitas Internet sangat cocok memilih media games online internet ini. Pilihan ini banyak digunakan karena dapat meningkatkan traffic pada suatu website Bila games yang dibutuhkan simple maka diperlukan waktu pengembangan yang relative lebih singkat 1-2 bulan.
3. SmartPhones/PocketPC. Aplikasi games yang jalan pada mobile devices bersistem operasi Windows Mobile 2003/2004 ataupun windows mobile 5.0. Product yang memiliki target market status ekonomi A,B dan karakter pengusaha/ eksekutif muda sangat cocok apabila menggunakan media PocketPC/SmartPhones sebagai bagian aktivitas kegiatan advertising. Games bertemakan strategi ataupun simulasi bisnis pada umumnya lebih disukai oleh orang-orang golongan ini. Waktu pengembangan biasanya memerlukan waktu 3-6 bulan tergantung dengan kompleksitas games tersebut
4.CellPhones / Mobile Phones. Aplikasi games untuk cell-phones atau mobile phones sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan potensial pelanggan dengan golongan Status Ekonomi Responden A,B dan C. Produk yang memiliki target golongan ABG, remaja, anak kuliah, eksekutif muda sangat tepat menggunakan media ini, mengingat pada golongan inilah mereka suka sekali mencoba dan mengeksplorasi features aplikasi yang tersedia pada mobile/cellphones mereka. Mereka biasanya aktif mencari aplikasi bersifat fun atau game yang dapat mengisi waktu senggang mereka. Waktu pengembangan untuk membuat aplikasi pada devices ini relative lebih pendek yaitu 1-3 bulan tergantung dengan kompleksitas games tersebut.

C.   Jenis – Jenis Game (Genre)

Jika sebelumnya kamu hanya mengetahui jenis game seperti game balap atau pun petualangan, maka kini saatnya kamu untuk mengetahui lebih dalam lagi tentang jenis-jenis game yang ada. Berikut adalah beberapa jenis game yang harus kamu ketahui :

Jenis Game Berdasarkan Alat Yang Digunakan


1.Arcade games
Arcade games atau juga yang sering disebut ding-dong di Indonesia, biasanya berada di daerah / tempat khusus dan memiliki box atau mesin yang memang khusus di design atau dibuat untuk jenis video games tertentu dan tidak jarang bahkan memiliki fitur yang dapat membuat pemainnya lebih merasa “masuk” dan juga “menikmati” game tersebut, seperti pistol, kursi khusus, sensor gerakan, sensor injakkan dan stir mobil (beserta transmisinya tentunya).
2.PC Games
PC Games adalah video game yang dimainkan menggunakan Personal Computers. Sebelum bisa dimainkan, game ini harus kamu instal terlebih dahulu di PC kamu untuk bisa kamu nikmati. Dan ingat, selalu beli game yang asli.
3.Console games
Berikutnya ada console games, yaitu video games yang dimainkan menggunakan console tertentu, seperti Playstation 2, Playstation 3, XBOX 360, dan Nintendo Wii.
4. Handheld games
Handheld games yaitu game yang dimainkan di console khusus video game yang dapat dibawa kemana-mana, contoh Nintendo DS dan Sony PSP.
5.Mobile games
Yang terakhir adalah jenis game yang sekarang semakin marak berkembang untuk dimainkan di smartphone. Mobile games, yaitu game yang dapat dimainkan atau khusus untuk mobile phone atau PDA.

Jenis Game Berdasarkan Genre Atau Alirannya


1. Action – Shooting
Game yang mengarah pada jalan cerita yang mengusung sebuah aksi (tembak-tembakan , atau hajar-hajaran bisa juga tusuk-tusukan, tergantung cerita dan tokoh di dalamnya), video game jenis ini sangat memerlukan kecepatan refleks, koordinasi mata-tangan, juga timing yang tepat.
2. Fighting (Pertarungan)
Ada yang mengelompokan video game fighting di bagian Aksi, namun ada juga yang berpendapat berbeda, jenis game ini memang memerlukan kecepatan refleks dan koordinasi antara mata dan tangan, tetapi inti dari game ini adalah penguasaan jurus (hafal caranya dan lancar mengeksekusinya), pengenalan karakter dan timing sangatlah penting, dan juga, combo-pun menjadi esensial untuk mengalahkan lawan secepat mungkin.
Dan berbeda seperti game Aksi pada umumnya yang umumnya hanya melawan Artificial Intellegence atau istilah umumnya melawan komputer saja, pemain jenis fighting game ini baru teruji kemampuan sesungguhnya dengan melawan pemain lainnya. Seri Street Fighter, Tekken, Mortal Kombat, Soul Calibur dan King of Fighter adalah contoh dari jenis game fighting ini.
3. Action Adventure (Petualangan).
Memasuki gua bawah tanah, melompati bebatuan di antara lahar, bergelantungan dari pohon satu ke pohon yang lain, bergulat dengan ular sambil mencari kunci untuk membuka pintu kuil legendaris, atau sekedar mencari telepon umum untuk mendapatkan misi berikutnya, itulah beberapa dari banyak hal yang karakter pemain harus lakukan dan lalui dalam video game jenis ini.
Game jenis ini sudah berkembang jauh hingga menjadi genre campuran action beat-em up juga, dan sekarang, di tahun 2000 an, jenis ini cenderung memiliki grafis visual 3D dan sudut pandang orang ke-tiga. Tomb Rider, Grand Theft Auto dan Prince of Persia termasuk salah satu contoh dari game action adventure.
4. Simulasi
Jenis video Game yang ini seringkali menggambarkan dunia di dalamnya sedekat mungkin dengan dunia nyata dan memperhatikan dengan detil mengenai berbagai faktor. Dari mencari jodoh dan pekerjaan, membangun rumah, gedung hingga kota, mengatur pajak dan dana kota hingga keputusan memecat atau menambah karyawan. Dunia kehidupan rumah tangga sampai bisnis membangun konglomerasi, dari jualan limun pinggir jalan hingga membangun laboratorium cloning. Video Game jenis ini membuat pemain harus berpikir untuk mendirikan, membangun dan mengatasi masalah dengan menggunakan dana yang terbatas. Contoh: Sim City, The Sims, Tamagotchi.
5. Role Playing
Untuk video game jenis ini sesuai dengan terjemahannya, bermain peran, memiliki penekanan pada tokoh/peran perwakilan pemain yang ada di dalam permainan, yang biasanya adalah tokoh utamanya, dimana seiring kita memainkannya, karakter tersebut dapat berubah dan berkembang ke arah yang diinginkan pemain ( biasanya menjadi semakin hebat, semakin kuat, semakin berpengaruh, dll) dalam berbagai parameter yang biasanya ditentukan dengan naiknya level, baik dari status kepintaran, kecepatan dan kekuatan karakter, senjata yang semakin sakti, ataupun jumlah teman maupun mahluk peliharaan.
Secara kebudayaan, pengembang game Jepang biasanya membuat Role Playing Game (RPG) ke arah cerita linear yang diarahkan seolah karakter kita adalah tokoh dalam cerita itu, seperti Final Fantasy, Dragon Quest dan Xenogears. Sedangkan pengembang game RPG Eropa, cenderung membuat karakter kita bebas memilih jalan cerita sendiri secara non-linear, seperti Ultima, Never Winter Nights, baldurs gate, Elder Scroll, dan Fallout.
6. Strategi
Merupakan kebalikan dari video game jenis action yang berjalan cepat dan perlu refleks secepat kilat, video game jenis strategi, layaknya bermain catur, justru lebih memerlukan keahlian berpikir dan memutuskan setiap gerakan secara hati-hati dan terencana.
Video game strategi biasanya memberikan pemain atas kendali tidak hanya pada satu orang tapi minimal sekelompok orang dengan berbagai jenis tipe kemampuan, sampai kendaraan, bahkan hingga pembangunan berbagai bangunan, pabrik dan pusal pelatihan tempur, tergantung dari tema ceritanya. Pemain game strategi melihat dari sudut pandang lebih meluas dan lebih kedepan dengan waktu permainan yang biasanya lebih lama dan santai dibandingkan dengan game action.
7. Puzzle
Video game jenis ini sesuai dengan namanya berintikan mengenai pemecahan teka-teki, baik itu menyusun balok, menyamakan warna bola, memecahkan perhitungan matematika, melewati labirin, sampai mendorong-dorong kota masuk ke tempat yang seharusnya, itu semua termasuk dalam jenis ini. Sering pula permainan jenis ini adalah juga unsur permainan dalam video game petualangan maupun game edukasi. Tetris, Minesweeper, Bejeweled, Sokoban dan Bomberman.
8. Simulasi kendaraan
Video Game jenis ini mampu memberikan pengalaman atau interaktifitas sedekat mungkin dengan kendaraan yang aslinya, meskipun terkadang kendaraan tersebut masih eksperimen atau bahkan fiktif, tapi ada penekanan khusus pada detil dan pengalaman realistik menggunakan kendaraan tersebut. Seperti contohnya game racing dimana kita seperti benar-benar mengendarai kendaraan yang ada dalam game tersebut.

Jenis Game Lainnya


Selain beberapa jenis yang diatas tadi, ternyata ada juga jenis game lainnya lho guys. Seperti yang berikut ini.
1. Multiplayer Online
Game yang sedang menjadi sebuah trend di Indonesia bahkan dunia, menjadi salah satu titik balik mengapa dunia game dan internet di Indonesia dapat berkembang. Dan karena dimainkan online dan dengan sistem pembayaran menggunakan voucher, pembajakan sudah tidak menjadi masalah lagi. Game yang dapat dimainkan secara bersamaan oleh lebih dari 2 orang (bahkan dapat mencapai puluhan ribu orang dalam satu waktu) membuat pemain dapat bermain bersama dalam satu dunia virtual dari sekedar chatting hingga membunuh naga bersama teman yang entah bermain di mana. Umumnya permainan tipe ini dimainkan di PC dan bertema RPG, walau ada juga yang bertema music atau action.
2. Casual games
Sesuai dengan namanya, game yang casual itu tidak kompleks, mainnya rileks dan sangat mudah untuk dipelajari (bahkan juga cenderung langsung bisa dimainkan). Jenis game ini biasanya memerlukan spesifikasi komputer yang standar pada jamannya dan ukurannya tidak lebih dari 100 MB karena biasanya dapat di download versi demo-nya di website resminya. Genre permainannya biasanya puzzle atau action sederhana dan umumnya dapat dimainkan hanya menggunakan mouse (biasanya game lain menggunakan banyak tombol tergantung game-nya).
3. Edugames
Video Game jenis ini dibuat dengan maksud tujuan yang spesifik sebagai alat pendidikan, entah untuk belajar mengenal warna untuk balita, mengenal huruf dan angka, matematika, sampai belajar bahasa asing. Developer yang membuatnya, harus memperhitungkan berbagai hal agar game ini benar-benar dapat mendidik, menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan yang memainkannya. Target segmentasi pemain harus pula disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan design visual ataupun animasinya.
Itulah penjelasan tentang game yang mungkin selama ini kamu tidak tahu. Bagi para pecinta games, seharusnya jangan hanya hobi memainkannya saja, namun juga harus tahu tentang bagaimana game itu berkembang dari awal hingga sampai sekarang ini.

D.   Aspek Bisnis Untuk Pengembangan Perusahaan Industri Games

Banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses pembuatan sebuah game, mulai dari visualisasi, karakter, alur cerita, sampai judul game sendiri. Yang terpenting selama dalam proses desain, kita harus selalu mengingat target pemain dari game kita, agar jangan sampai terlalu condong ke salah satu kelompok pemain tertentu (karena tergetnya untuk semua pihak). Jika tidak, maka peminat game anda akan sedikit karena terbatas.

Soal keuntungan/revenue yang dihasilkan dari penjualan mobile game biasanya tidak cepat, alias ROI (Return of Investment) nya cukup lama.
Ada dua model yang bisa dilakukan dalam menjual game :
1.Menjual game berbayar atau dengan kata lain mendapat uang dari tiap pembelian game anda.
2.Merilis game gratis tapi dengan menggunakan jasa perusahaan mobile game advertising, jadi anda bisa mendapat uang dari pemasangan iklan di game anda.

Beberapa aspek yang sangat berpengaruh dalam pengembangan sebuah bisnis industri game yang termasuk dalam industri kreatif, yaitu : Sumber Daya Manusia (SDM), Industri, Teknologi, Institusi, dan Finansial (Sumber dana). Jika kita analisis tiap aspek adalah sebagai berikut :
–          Sumber Daya Manusia
Mulai tumbuhnya SDM kreatif dan mulai mendapatkannya apresiasi dari khalayak lain, tetapi masih belum menjadi konsen atau fokus pemikiran dan masih kurangnya tenaga kreatif untuk dijadikan pondasi.
– Industri
Jalur distribusi fisik dan koneksi virtual baik serta sebagian industri berbentuk jasa dan dalam kualitas infrastruktur masih rendah dan daya tawar distributor lebih besar disbanding produsen.
– Teknologi
Pertumbuhan sektor teknologi informasi yang semakin pesat, serta lemahnya penguasaan teknologi dalam bidang industri kreatif.
– Institusi
Dukungan pemerintah dalam bentuk kebijakan dan aturan untuk pengembangan industry kreatif. Adapun kurangnya apresiasi masyarakat terhadap industri kreatif.
– Finansial / Sumber Dana
Bantuan pemerintah dalam pemberian kredit pada UMKM. Serta belum adanya skema pembiayaan yang sesuai dengan industry kreatif.

Kemudian bagaimana cara kita mengembangakan indusri kreatif khsusunya pada bidang industri game lokal di tanah air ini, diantaranya adalah dengan membangun sentra pendidikan gamedev atau game development. Membangun game dengan konten lokal dengan menciptakan karakter-karakter tokoh dalam negeri. Serta diimbangi dengan giatnya merangkul frencise dari luar.


Referensi :

Kamis, 04 Januari 2018

Contoh Animasi Karakter Kartun "Minion"


Minion (Stuart)


1. Membuat objek berupa UV Sphere untuk dijadikan bagian badan Minion, Shift+A>Mesh>UV Sphere.

2. Perbesar diameter, tekan shortcut S dan sesuaikan dengan lebar badan Minion.

3. Karena bagian kepala Minion sedikit pipih, maka tekan shortcut S+Z untuk memipihkan.

4. Tekan tombol Tab untuk pindah ke Edit Mode>tekan shortcut Z>seleksi permukaan dengan menggunakan shortcut B.



5. Tarik sumbu Z ke arah atas dan sesuaikan dengan tinggi Minion.


 6. Kembalikan menjadi Solid dengan menekan shortcut Z.

7.  Pindah ke Object Mode, buat objek baru yaitu silinder untuk dijadikan bagian mata.

8. Sesuaikan ukuran dan letakan seperti gambar di bawah ini.

9. Pindah ke Edit Mode, loop cut(ctrl+R)>tekan shortcut Z>pindah menjadi tampak kanan(numpad 3)>Extrude(shortcut E) ke arah dalam.


10. Tekan shortcut Z, lalu pindah ke Object Mode.

11.  Membuat tali kacamata, klik kanan badan Minion>tekan tombol Tab>buat dua buah loop cut(ctrl+R) dan sesuaikan ukuran dengan ukuran tali kacamata.

12. Buat loop cut lagi seperti gambar di bawah ini.


13. Seleksi permukaan dengan Face Select, ubah menjadi tampak atas(numpad 7), kemudian tekan shortcut E+S extrude ke arah luar.


 14. Seleksi lagi permukaan bagian dalam, tekan shortcut Z, kemudian tekan shortcut E+S extrude ke arah dalam.

 15. Buat bagian tangan, dengan cara membuat objek baru, yaitu dua buah silinder. Object Mode>Shift+A>Mesh>Cylinder.

16. Buatlah ukurannya menjadi ukuran seperti di gambar berikut dan rotasikan(R) dari tampak depan sebesar 900.


17. Atur posisi lengan menempel pada badan Minion seperti gambar berikut.

18. Gabungkan kedua buah silindernya dengan menekan shortcut ctrl+J atau Tools>Edit>Join.

19. Buatlah dengan cara yang sama untuk lengan sebelah kanan.

20. Membuat sarung tangan, buatlah dua buah objek baru berupa UV Sphere, Object Mode>Shift A>Mesh>UV Sphere.

21. Kecilkan ukuran diameter seperti gambar di bawah dengan menyeleksi objek, kemudian tekan shortcut S.

 22. Posisikan menutupi setegah bagian dari silinder kecil di bagian tangan dan gabungkan keduanya, shortcut ctrl+J atau Toolos>Edit>Join.

23.  Membuat bagian kaki, buatlah 2 buah silinder, Object Mode>Shift+A>Mesh>Cylinder.

24. Sesuaikan diameter dan panjangnya sesuai dengan ukuran kaki Minion seperti gambar berikut.

25. Letakan kaki tersebut di bawah badan Minion dan atur agar posisinya sejajar.

26.  Membuat sepatu, buatlah objek baru berupa UV Sphere di Object Mode>Shift A>Mesh>UV Sphere.

27. Tempelkan ke bagian kaki dan atur ukuran sehingga meyerupai bentuk sepatu.

28.  Klik kanan sepatu, duplikasikan dengan menekan shortcut Shift+D dan tempelkan ke kaki satunya.

29. Gabungkan bagian kaki dan sepatu masing-masing menjadi satu objek.

30. Modelling karakter Minion telah selesai dan hanya tinggal mengaplikasikan material 






Kamis, 09 November 2017

Contoh LOGO Sederhana


BAKSO TAICHAN 

Untuk tugas kali ini logo yang akan dibuat adalah mengenai suatu produk makanan dikhususkan untuk bakso

Nama produk tersebut adalah Bakso Taichan

Logo yang dibuat memiliki arti sebagai berikut :
  • ·         Gambar 2 tusukan bakso menciri khaskan jenis makanan nya yaitu sebuah “bakso taichan”
  • ·         Warna merah melambangkan sebuah api yang berarti pedas
  • ·         Warna orange melambangkan sebuah keju yang berarti asin
  • ·         Tulisan bakso taichan sendiri di desain sedemikian rupa karena melambangkan seperti sebuah ketertaikan akan makanan
  • ·         Gambar bulat yang melingkari bakso melambangkan bentuk bakso sendiri 

Kamis, 12 Oktober 2017

Pengaruh teknologi terhadap perkembangan grafis dan permodelan yang ada serta pengaruh grafis terhadap perubahan teknologi

Pengaruh teknologi terhadap perkembangan grafis dan permodelan yang ada serta pengaruh grafis terhadap perubahan teknologi

Pelacakan perjalanan sejarah desain grafis dapat ditelusuri dari jejak peninggalan manusia dalam bentuk lambang-lambang grafis (sign & simbol) yang berwujud gambar (pictograf) atau tulisan (ideograf). Gambar mendahului tulisan karena gambar dianggap lebih bersifat langsung dan ekspresif, dengan dasar acuan alam (flora, fauna,landscape dan lain-lain).  Tulisan/ aksara merupakan hasil konversi gambar, bentuk dan tata aturan komunikasinya lebih kompleks dibandingkan gambar. Belum ada yang tahu pasti sejak kapan manusia memulai menggunakan gambar sebagai media komunikasi. Manusia primitif sudah menggunakan coretan gambar di dinding gua untuk kegiatan berburu binatang. Contohnya seperti yang ditemukan di dinding gua Lascaux, Perancis.
Desain grafis berkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah peradaban manusia saat ditemukan tulisan dan mesin cetak. Pada tahun 1447, Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman, untuk menghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yang memungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa.
Tahun 1450 Guterberg bekerjasama dengan pedagang dan pemodal Johannes Fust, dibantu oleh Peter Schoffer ia mencetak “Latin Bible” atau disebut “Guterberg Bible”, “Mararin Bible” atau “42 line Bible” yang diselesaikanya pada tahun 1456. Temuan Gutenberg tersebut telah mendukung perkembangan seni ilustrasi di Jerman terutama untuk hiasan buku. Pada masa itu juga berkembang corak huruf (tipografi). Ilustrasi pada masa itu cenderung realis dan tidak banyak icon. Seniman besarnya antara lain Lucas Cranach dengan karyanya “Where of Babilon”.
Pada perkembangan berikutnya, Aloys Senefelder (1771-1834) menemukan teknik cetak Lithografi. Berbeda dengan mesin cetak Guterberg yang memanfaatkan teknik cetak tinggi, teknik cetak lithografi menggunakan teknik cetak datar yang memanfaatkan prinsip saling tolak antara air dengan minyak. Nama lithografi tersebut dari master cetak yang menggunakan media batu litho. Teknik ini memungkinkan untuk melakukan penggambaran secara lebih leluasa dalam bentuk blok-blok serta ukuran besar, juga memungkinkan dilakukannya pemisahan warna. Sehingga masa ini mendukung pesatnya perkembangan seni poster. Masa keemasan ini disebu-sebut sebagai “The Golden Age of The Poster”.
Tokoh-tokoh seni poster tehnik lithogafi (1836-1893) antara lain Jules Cheret dengan karya besarnya “Eldorado: Penari Riang” (1898), “La Loie Fuller: Penari Fuller” (1897), “Quinquina Dubonnet” (1896), “Enu des Sirenes” (1899). Tokoh-tokoh lainya antara lain Henri de Toulouse Lautrec dan Eugene Grasset.
Desain grafis mengalami perkembangan pesat setelah ditemukannya tulisan dan mesin cetak. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama telah membawa peradaban baru dalam sejarah peradaban Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet latin yang dibawa dari Yunani.
Pada saat ini adanya mesin cetak dan komputer juga merupakan dua hal yang secara signifikan mempercepat perkembangan penggunaan seni desain grafis hingga akhirnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain. Koran, majalah, tabloid, website yang sehari-hari kita lihat adalah produk desain grafis. Bahkan animasi Spongebob Squarepants walaupun lebih dikenal dengan sebutan kartun yang sering kita tonton di televisi merupakan bagian dari produk desain grafis juga.Desain biasa diterjemahkan sebagai seni terapan, arsitektur, dan berbagai pencapaian kreatif lainnya. Dalam sebuah kalimat, kata “desain” bisa digunakan baik sebagai kata benda maupun kata kerja. Sebagai kata kerja, “desain” memiliki arti “proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru”. Sebagai kata benda, “desain” digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk obyek nyata.
Perkembangan Desain Grafis di berbagai media
Design grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan teks dan atau gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan. Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan termasuk tipografi, pengolahan gambar, danpage layout. Desainer grafis menata tampilan huruf dan ruang komposisi untuk menciptakan sebuah rancangan yang efektif dan komunikatif. Desain grafis melingkupi segala bidang yang membutuhkan penerjemahan bahasa verbal menjadi perancangan secara visual terhadap teks dan gambar pada berbagai media publikasi guna menyampaikan pesan-pesan kepada komunikan seefektif mungkin.
Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis komunikasi lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan (mendesain) atau pun produk yang dihasilkan (desain/rancangan). desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik – yang sering kali disebut sebagai “desain interaktif” (interactive design), atau “desain multimedia” (multimedia design’)
Pengaruh kebudayaan dan teknologi dalam membuat Desain Pemodelan Grafis
Kebudayaan adalah suatu kebiasaan/folkways yang diwariskan turun temurun melalui proses pembelajaran yang telah mendarah daging sehingga tidak berubah, kebudayaan terbagi menjadi beberapa macam :
1. adat istiadat 
2. kesenian 
3. hukum adat(hukum tidak tertulis tetapi dipatuhi oleh   masyarakatnya)
4. kebiasaan/cara hidup(folkways).  
Kebudayaan juga memberikan kontribusi dan pengaruh paling luas dan dalam pada perilaku manusia. Budaya merupakan kumpulan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan dan perilaku yang dipelajari oleh seorang anggota masyarakat dari keluarga dan lembaga penting lainnya.
Setiap kebudayaan didalamnya memiliki sub-budaya – sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan identifikasi dan sosialisasi yang lebih spesifik untuk para anggotanya. Sub-budaya dapat dibedakan menjadi 4 kelompok(golongan) : 1. kelompok nasionalisme, 2. kelompok keagamaan, 3. kelompok ras, 4. area geografis. Banyak subbudaya yang mempengaruhi pembentukan segmen pasar penting dan pemasar sering kali merancang produk dan program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen berdasarkan hasil survei dan riset pada masing-masing sub-kebudayaan.
Dengan memperhatikan Konsep branding telah dikembangkan dengan munculnya konsumerisme sebagai market tersebut, melihat bahwa orang cenderung untuk menanggapi sesuatu yang familiar ketika dihadapkan dengan banyak visual yang berbeda rangsangan. Marketeers berharap bahwa merek mereka, sertalogo diatas, akan menjadi wajah yang akrab dan merebut perhatian konsumen.
Dalam rangka menggapai acchievment dalam hal ini adalah pasar(masyarakat). akan sangat kompetitif  pada lingkungan, jika produk dan jasa yang dirancang memberikan kesan karakter dan individualitas yang bermutu tinggi dan memilki nilai tersendiri, dan untuk menanamkan penjualan branding ini , berarti bahwa desain mewakili suatu produk memberikan kesan yang canggih, yang dapat mengakibatkan bentrokan antara prinsip-prinsip estetika desainer dan rasa masyarakat umum atau kelompok sasaran. Hal ini dapat mengajukan pertanyaan filosofis tentang apakah itu adalah tugas desainer untuk memberikan masyarakat apa yang diinginkan atau apa yang mereka tidak tahu yang mereka butuhkan.
Kelas-kelas sosial adalah masyarakat yang relatif permanen dan bertahan lama dalam lingkungan suatu masyarakat, yang tersusun secara hierarki dan keanggotaannya mempunyai nilai, minat dan perilaku yang serupa. Kelas sosial bukan ditentukan oleh satu faktor tunggal, seperti pendapatan, tetapi diukur dari kombinasi pendapatan, pekerjaan, pendidikan, kekayaan dan variable lain(diluar variabel pasti) atau kita sebut variabel bebas.
pembungkus rokok adalah contoh menarik dalam konteks ini. Sebagai desainer dihadapkan dengan tantangan membuat desain menarik yang sesuai dengan persyaratan hukum, tetapi perlu diperhatikan disini, bahwa efek dari desain pembungkus rokok tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat untuk merokok meski di pembungkus tersebut dicantumkan peringatan kesehatan.
Desain Pemodelan Grafis dari segi Interaksi Manusia dan Komputer
Kemampuan estetika dari desain grafis dan tipografi adalah peningkatan yang penting terhadap desain sistem manusia-komputer sebagai pengguna antarmuka menjadi lebih fleksibel dan powerfull. Bagaimanapun, hal ini belum dapat diklaim untuk menjadi media baru yang tekstual dan penampilan grafik yang diunggulkan. Jelasnya, tidak ada individu dapat diharapkan mempunyai pelatihan formal di semua bidang tersebut, walaupun permintaan cukup tinggi untuk orang dengan latar belakang multidisipliner, gabungan kemampuan sistem komputer dengan beberapa keahlian ilmu manusia.
Suatu alternatif yang lebih realistis adalah untuk menuju ke suatu kesadaran akan tingkat pemahaman menyeluruh dari subjek bidang-bidang yang relevan, mungkin dikombinasikan dengan ilmu yang khusus dalam satu bidang atau lebih. Tingkat kesadaran dari ilmu pengetahuan adalah esensi khusus untuk insinyur dan ilmuwan komputer, yang secara mendasar diharapkan mendesain antarmuka pengguna-sistem sebagai bagian dari sistem proses desain secara menyeluruh


Sumber :

http://tempatbacaanery.blogspot.co.id/2016/10/pengaruh-terhadap-perkembangan-desain.html

Selasa, 06 Juni 2017

WEB DAN PRILAKU PENGGUNA

WEB DAN PRILAKU PENGGUNA

Web dan Perilaku Pengguna di Sisi Navigasi dan Pencarian

A.    Perilaku Navigasi

Navigasi adalah petunjuk posisi dan arah perjalanan.sedangkan di dalam web navigasi dianggap penting agar user yang sedang berada halaman tertentu tidak tersesat dan mudah menemukan halaman-halaman lain dalam website.

Pada suatu situs (jual belin khususnya) penggunaan navigasi yang baik sangat penting untuk dilakukan bagi para pembuat online. Para pembuat situs website tersebut harius bisa membuat suatu navigasi agar pengunjung situs tersebut tidak  bosan melihatnya. Ada tipe da navigasi. Yang pertama adalah yang standar, yang memberikan overview dan peta penjelajahan situs. Biasanya bisa ditemukan secara konsisten baik di bagian atas,samping atau footer. Yang kedua adalah navigasi versi advance.

B. Perilaku Pencarian

Fitur pencarian internal tentunya telah di desain dengan batasan tertentu. Ketika situs Anda tumbuh tentunya Anda akan semakin tahu pola pemakaian oleh pengguna. Termasuk di dalamnya adalah pola pencarian dalam rangka mendapatkan pengalaman terbaik dalam pemanfaatan situs.

Dalam kasus seperti diatas kita ingin membandingkan 2 situs jual beli online dimana kita liat dari navigasi dan pencarian yang terdapat didalam situs web tersebut.

gambar 1.




gambar 2. 




Web dan Prilaku Sosial

1.    Web merefleksikan perilaku sosial
Web pun dapat merefleksikan perilaki sosial masyarakatnya, dengan adanya alat pengukur banyaknya orang/ IP address yang mengakses web tersebut dapat menunjukkan bahwa web tersebut menarik perhatian masyarakat dan pastinya akan mempengaruhi sikap sosial seaeoramg contohnya seseorang yang sering mengakaksea situs belanja online akan mempunyai gaya hidup yang boros karena tergiur oleh harga yang lebih murah daripada conter ataupun diskon-diskon yang ada.

2.    Web mempengaruhi perilaku sosial
Web sebagai salah satu bentuk teknologi dan informasi yang sangat populer di masyarakat menjadi salah satu pemicu yang mempengaruhi perilaku sosial masyarakat. ada dua dampak yang dimbulkan yaitu dampak positif dan dampak negatif.
Dampak Postifnya adalah :
a)    Lebih cepat dan mudah dalam meyelesaikan pekerjaan dalam hal ini berarti membantu pekerjaan manusia.
b)    Dapat berkomunikasi dengan baik tidak peduli jarak dan waktu sehingga membuat manusia saling berinteraksi dengan mudah.
c)    Mudah mencari informasi serta berbelanja online pun dapat dilakukan
Dampak Negatifnya adalah :
a)    Munculnya banyak penipu yang memanfaatkan internet.
b)    Adanya plagiatisme.
c)    Munculnya pencurian/hack.
d)    Munculnya banyak konyen-konten dewasa yang seharusnya tidak dilihat anak kecil dapat merusak mental.
e)    Bahaya kesehatan akibat radiasi yang ditimbulkan oleh komputer itu sendiri.


Sumber :


Tugas ke-2. Komputasi Awan

Cloud Computation (Komputasi Awan) Pengertian Komputasi Awan Komputasi Awan adalah sebuah layanan penyimpanan data secara  onlin...