Kamis, 13 Oktober 2016

PERLUNYA PANCASILA SEBAGAI DASAR PERGAULAN


Pada tanggal 30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif di belakangnya. Akan tetapi otoritas militer dan kelompok keagamaan terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia, dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965–1966.
Pada hari itu, enam Jenderal dan 1 Kapten serta berberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta. Gejolak yang timbul akibat G30S sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia. Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
 
 PERLUNYA PANCASILA SEBAGAI DASAR PERGAULAN
 
Era modern seperti saat ini banyak terjadi penyimpangan yang ditimbulkan dari sistem pergaulan. Hal ini disebabkan karena menipisnya moral Pancasila yang tertanam pada jati diri bangsa seiring dengan berjalannya waktu. Kemajuan zaman yang meningkat harus diimbangi dengan moral Pancasila yang meningkat pula. Pemantapan Pancasila harus dijalankan dengan tegas dan teratur sesuai dengan norma yag berlaku serta dengan tujuan memperbaiki pergaulan dan etika bangsa ini
 
Dalam suatu pergaulan diperlukannya etika dalam menjalankannya. Kata Etika sendiri berasal dari bahasa Yunani “ethos ” artinya kebiasaan, adat. Kata ethos lebih berarti kesusilaan, perasaan batin, atau kecendrungan hati dengan mana seseorang melakukan perbuatan.
[1]
Dalam bahasa Latin istilah ethos dan ethikos itu disebutkan dengan kata mos dan mo-ralitas. Oleh sebab itu kata “etika”sering dikaitkan dengan kata “moral ”. Dalam bahasa Indonesia kata etika berarti kesusilaan, Kesusilaan ini mau menerangkan dan menunjukkan bahwa arti kata “su” itu baik, bagus. Jadi kesusilaan itu berkaitan dengan yang baik, bagus.
 
Etika Pancasila adalah etika yang mengacu dan bersumber pada nilai-nilai Pancasila.  Pancasila sebagai sumber pembentukan norma etik dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bernegara. Pancasila juga dapat diwujudkan ke dalam norma-norma moral dimana norma tersebut dijadikan pedoman untuk bersikap dan bertingkah laku. Norma etik sebagai pedoman dalam bersikap dan bertingkah laku telah berhasil dituangkan dalam filosofi Pancasila. Namun, apa yang terjadi pada saat ini? Kebanyakan orang tidak menjadikan Pancasila sebagai bentuk dasar pergaulannya. Akan tetapi merka lebih mengutamakan gengsi sebagai tolok ukur dalam bergaul. Umumnya mereka merasa malu apabila mereka dikatakan anak mami. Anak mami disini diartikan sebagai anak yang manja pada kedua orangtuanya dan tidak mengikuti tren model masa kini.
 
Siapapun dari kita pasti telah setuju dan sependapat tentang pernyataan bahwa pacaran sudah menjadi budaya di Indonesia. Bahkan pacaran seperti menjadi hal yang wajib bagi kalangan anak muda di era abad ke-20 ini, sebab aktivitas tersebut sudah tidak lagi dipandang buruk oleh mayoritas masyarakat dan mereka tidak merasa malu untuk melakukannya.  Padahal, melalui pacaran ini, para pelakunya sudah terjerumus ke dalam zina dan kemaksiatan-kemaksiatan derivatif dari zina itu sendiri, seperti aborsi janin, membuang bayi yang baru lahir, dan bahkan membunuh ibu dari sang janin lantaran takut dimintai pertanggungjawaban menikah. Dan celakanya, kesemua ini semakin menjadi hal yang biasa kita saksikan di media-media, baik cetak maupun elektronik, bahkan di sebagian tempat, peristiwa ini sudah menjadi hal yang lumrah terjadi.
 
Semua bentuk kerusakan moral tersebut pada hakikatnya disebabkan oleh adanya paham kebebasan yang beredar di tengah-tengah masyarakat yang disuburkan oleh sistem demokrasi yang diterapkan dalam suatu negara di mana masyarakat tersebut tinggal. Perilaku tersebut jelas tidak mengamalkan nilai-nilai dalam Pancasila. Pancasila mengatur agar kita bisa hidup dalam bergaul berdasar pada agama yang dianut yang tertera pada sila pertama. Dalam agama-pun melarang kita untuk melakukan hal tersebut, bahkan aktivitas tersebut merupakan suatu yang mengarah pada perbuata zina yang jelas itu dilarang. Kaum muda era sekarang ini mulai pudar akan nilai-nilai luhur khususnya Pancasila. Padahal umumnya bagi anak sekolah dibaca pada setiap hari senin. Tapi apakah ini bisa dikatak sebagai dampak dari Demokrasi? Pancasila memang mengajarkan kita untuk berdemokrasi termasuk dalam pergaulan sehari-hari. Kebanyakan kita sendiri yang tidak tahu bahkan tidak mau tahu tentang demokrasi pergaulan yang dituangkan dalam makna Pancasila.
 
Pergaulan pada saat ini menjadi sangat riskan dan berbahaya. Banyak anak negeri yang terjerumus kedalam sisi gelap dalam pergaulan. Terutama mereka yang kurang kasih sayang dari orang tua sehingga mereka mencari ketenangan dan kasih sayang dari orang lain. Pencarian teman inilah yang sangat berbahaya, apabila mereka salah memilih teman maka mereka bisa ikut menjadi salah salah satu dari mereka. Banyak pergaulan sekarang yang menyimpang dari nilai-nilai luhur Pancasila, padahal dalam isi Pancasila sendiri telah terdapat pedoman dalam kita bergaul dan berperilaku. Misalnya seperti mengkonsumsi narkoba, hal tersebut merupakan tindakan yang jelas dilang dalam agama dan Negara. Permasalahan Penyalahgunaan Narkoba tidak akan terjadi apbila tidak adanya narkoba dalam masyarakat luas meskipun secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Para penjual Narkoba dapat berkeliaran dimana-mana termasuk sekolah, pemukiman masyarakat dan warung-warung di sekitar perkotaan.  
 
Keluarga yang kurang Harmonis atau Broken Home dapat menyebabkan psikis seorang anak menjadi menurun sehingga anak tersebut lebih menyukai dunia pergaulan luar yang negatif, karena seorang anak merasa tidak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari kedua orangtuanya. Kelurga yang tidak harmonis biasanya dikarenakan karena kesibukan orangtua terhadap pekerjaanya sehingga tidak memperhatikan anaknya dan perceraian dalam rumah tangga yang mengakibatkan rasa kesepian dan kesedian terhadap psikologi anak. Sistem didikan keluarga yang Otoriter terhadap anak juga mempengaruhi psikis si anak, hal ini mengakibatkan meningkatanya kemauan ataupun potensi dari anak untuk melawan dari orang tuanya. Dalam Pergaulan bersama teman yang rawan pergaulan bebas, dapat menjadi faktor mudahnya perkembangan penggunaan penyalah gunaan narkoba dan perilaku yang menyimpang. Pada akhirnya seseorang tidak dapat menolak dalam pemakain narkoba karena terpengaruh oleh dunia pergaulan yang bebas tersebutNarkoba memiliki hubungan dan keterkaitan dengan nilai-nilai Pancasila, karena penggunaan penyalahgunaan narkoba adalah perilaku yang menyimpang dari nilai-nilai Pancasila.
Sehingga dapat disimpulkan Bahwa Hubungan Penggunaan Penyalahgunaan Narkoba terhadap nilai-nilai Pancasila adalah :
1.        Narkoba dapat dan diperbolehkan digunakan dalam bidang kesehatan dan dengan jumlah yang sedikit dan tidak menyalahi atuaran kemanusiaan sesuai dengan kandungan nilai Pancasila sila ke dua.
2.         Narkoba jika dipakai dan disalahgunakan maka perbuatan si pemakai menyimpang dari nilai-nilai Pancasila sila Pertama, Kedua ,dan Ketiga. Sila Pertama yaitu Pemakai tidak percaya terhadap  Tuhan yang Maha Esa,karena ia lebih percaya terhadap Narkoba untuk menenangkan diri dan menghilangkan masalah yang terjadi pada dirinya.Sila Kedua yaitu Pemakai merusak dan membunuh dirinya sendiri dengan mengonsumsi narkoba. Sila Ketiga yaitu pemakai tidak menghiraukan dampak-dampak yang terjadi terhadap orang lain dan masyarakat.
Hal ini dikarenakan terdapat lima karakteristik generasi muda yang mempengaruhi pergaulannya. Pertama, generasi muda kerap kali memiliki mental yang tidak berorientasi pada mutu. Kecenderungan tersebut diperkuat dengan keinginan untuk mencoba sesuatu tanpa berupaya untuk mendapatkan hasil yang setimpal dengan aktivitas yang dilakukan. Karakteristik ini menggejala pada hampir semua generasi muda. Mentalitas ini secara umum membentuk karakteristik generasi muda yang sekedar menampilkan figur keberanian semata tanpa memperhitungkan akibatnya.
 
Kedua, generasi muda cenderung memiliki karakteristik suka menerabas, hantam kromo, dan cenderung berani tanpa memperhitungkan baik dan buruknya. Karakteristik ini bersesuaian dengan sikap berani yang cenderung mengarah pada kenekatan. Meski begitu, secara positif, sikap ini memberikan kekuatan mentalitas bagi generasi muda untuk mengambil posisi memimpin dalam situasi yang secara normal sulit dilakukan oleh masyarakat umum. Sehingga tak heran apabila mentalitas suka menerabas ini menganjurkan generasi muda sebagai agen perubahan (agent of change), karena proses perubahan harus diawali sikap menolak situasi yang ada, dan generasi muda menjadi figur terdepan dari perubahan kearah yang lebih baik tersebut.
 
Ketiga, karena secara psikologis masih labil, generasi muda cenderung memiliki karakter yang tidak percaya diri, mudah putus asa, minder dan cenderung berupaya menghindari masalah, karena adanya perasaan bahwa dirinya tidak akan mampu mengemban tugas dan tanggung jawab tersebut.Di sisi lain sikap tersebut juga mengancam eksistensi kepemimpinan generasimuda karena karakterstik tersebut.
 
Keempat, generasi muda juga cenderung kurang memiliki sikap disiplin, sulit di atur dan cenderung anti kemapanan. Karakteristik ini menjadi basis bagi generasi muda untuk menampilkan eksistensinya dan melawan atau setidaknya tidak mengikuti aturan yang ada, sebagai bagian dari bentuk protes atau sekedar menarik perhatian bahwa yang bersangkut aneksis.
 
Karakteristik yang kelima ditegaskan dengan kurangnya generasi muda pada tanggung jawab yang diembannya. Pada konteks tertentu, sikap ini diikuti oleh aktifitas negatif. Namun di sisi lain tidak sedikit ekses dari sikap kurang bertanggung jawab ini berbuah positif.
 
Disini Pancasila sebagai ideologi Negara dan sebagai landasan dalam bergaul perlu lebih ditingkatkan dengan sikap patriotisme yang tinggi bagi setiap generasi muda di Indonesia. Kebebasan Hak Asasi Manusia (HAM) bukan menjadi penghalang untuk kita tetap bernaung pada Pancasila. Sikap toleransi harus dijadikan latar belakang dalam bergaul. Melalui pendidikan diharapkan mampu menumbuhkan sifat yakin dalam kehidupan bernegara dengan menjunjung falsafah Pancasila agar visi berbangsa dan bernegara terarah sesuai dengan cita-cita bangsa dan menjadikan generasi muda sebagai gerbang emas untuk mencapai cita-cita tersebut. Upaya pembendungan bentuk radikalisme antar agama hendaknya diminimalisir karena, sikap tersebut dapat menjadikan momok yang menjerumuskan generasi muda pada sutuasi yang keluar dari konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
Lembaga Pembinaan Masyarakat (LPM) khususnya dalam bidang yang menjalani tentang permasalahan pada generasi muda diharpkan mampu sebagai sarana untuk penanaman nilai-nilai Pancasila dalam kegiatannya. Juga perlunya peningkatan ketaqwaan dan keimanan melalui pendidikan agama dan keagamaan baik disekolah maupun lingkungan masyarakat. Pembinaan kehidupan keluarga yang harmonis juga menjadi salah satu peran penting untuk mencegah permasalahan pada generasi muda serta pengetahuan sedini mungkin terhadap anak tentang nilai-nilai Pancasila. 
 
            Masyarakat Indonesia seakan terlena dengan demokrasi yang saat ini digempar-gemparkan. Akibatnya, banyak perilaku dan sikap dari pergaulan mereka yang menyimpang terutama menyalahi landasan negara kita yaitu Pancasila. Sikap gengsi yang berlebihan merubah pola hidup bahakan pola pikir mereka menjadi seorang yang egois. Egois dalam arti mulai melupakan nilai-nilai luhur Pancasila terutama dalam hal pergaulannya. Menurut pendapat saya penanaman nilai dan etika pergaulan yang berlandaskan pada Pancasila seharusnya ditanamkan sejak kecil. Oleh karena itu, pada saat menjelang remaja anak tidak lagi terombang-ambing oleh derasnya globalisasi dan kebebasan berdemokrasi. Pemerintah berperan dalam hal pengawasan. Perlu ditingkakan lagi bentuk pengawasan yang dilakukan pemerintah, karena pada saat ini permerintah lemah dalam melaksanakan perannya. Pihak berwajib hendaknya bersikap tegas terhadap remaja yang telah melanggar etika dan nilai-nilai. Sebagai remaja kita juga harus mendukung LPM yang berada di tengah-tengah masyarakat khususnya yang menangani tentang sikap dan perilaku remaja agar sikap dan tindakan para remaja lebih terkendali dan dapt menjadi penerus bangsa Indonesia di masa akan datang.

Senin, 06 Juni 2016

Tugas IBD 6 Manusia dan Tanggung Jawab

Tugas IBD 6 Manusia dan Tanggung Jawab
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
(Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Softskill Ilmu Budaya Dasar)
Disusun oleh:
Anis Ayu Astari
(50415817)
Kelas:
1IA07




Vidio sederhana dari kelompok kami :


Minggu, 05 Juni 2016

Tugas IBD 8 Manusia dan Harapan

Tugas IBD 8 Manusia dan Harapan
MANUSIA DAN HARAPAN
(Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Softskill Ilmu Budaya Dasar)
Disusun oleh:
Anis Ayu Astari
(50415817)
Kelas:
1IA07



PENGERTIAN HARAPAN



Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Misalnya, Budi yang hanya mampu membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang banyak, atau orang itu seperti peribahasa "Si pungguk merindukan bulan"
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya Rio mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pemah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana Rafiq memperoleh nilai A. luluspun mungkin tidak.

Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.

Harapan berasal dan kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan.Jadi untuk mewujudkan harapan itu harus disertai dengan usaha yang sesuai dengan apa yang diharapkan Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada umumnya perlu setinggi bintang. Antar harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu :
- keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud
- pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.


Tugas IBD 7 Manusia dan Kegelisahan

Tugas IBD 7 Manusia dan Kegelisahan
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
(Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Softskill Ilmu Budaya Dasar)
Disusun oleh:
Anis Ayu Astari
(50415817)
Kelas:
1IA07


Pengertian Kegelisahan


          Kegelisahan adalah ketidaknyamanan terhadap suatu hal yang sedang dipikirkan. Kegelisahan dapat terjadi pada siapapun dan dimanapun. Setiap orang pasti pernah merasa gelisah. Kegelisahan merupakan akibat dari kekhawatiran kita. Dampak dari sebuah kegelisahan adalah ketidakjernihan pikiran kita. Sehingga apapun yang ada di depannya tidak akan dihiraukannya dan ia akan memikirkan apa yang ia gelisahkan. Kegelisahan tidak lain adalah reaksi natural psikologis dan fisiologis akibat ketegangan saraf dan kondisi-kondisi kritis atau tidak menyenangkan. Pada masing-masing orang terdapat reaksi yang berbeda dengan yang lain, tergantung faktor-faktornya, dan itu wajar. Adapun bahwa manusia selalu merasa gelisah hingga membuatnya mengeluarkan keringat dingin, jantungnya berdetak sangat kencang, tekanan darahnya naik pada kondisi apa pun; maka ini sebenarnya sudah melewati batas rasional. Sebenarnya terdapat “kegelisahan” yang dibutuhkan untuk menumbuhkan semangat dalam menghadapi tantangan, untuk menjaga keseimbangan dinamika internal atau untuk meneguhkan diri, bahkan untuk menggapai ketenangan jiwa yang merupakan tujuan setiap manusia dan untuk meraih kesuksesan dalam mengarungi kehidupan.


Semua manusia mempunyai kegelisahan . pada prinsipnya, manusia merupakan makhluk yang di arahkan oleh motivasi dan cita-citanya. Hamper semua tingkah laku manusia dapat dipandang sebagai usaha untuk memuaskan hasrat biologis mereka. Tetapi tujuan itu sering sulit atau bahkan kemungkinan kecil untnk dicapai.
            Pada hakekatnya, kegelisahan menunjukkan pada motivasi yang terhalang dan dalam kedaan tak terpuaskan.
            Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan. Hal ini mungkin akibat kebutuhan hidup yang meningkat, rasa individualistis dan egoisme, persaingan dalam hidup, dan sebagainya. Dan tidak jarang akibat kegelisahan seseorang,sekaligus membuat oran lain menjadi korban.
            Suasana yang tidak pasti ( kegelisahan ) dalam kasus di ats dapat terlihat pada pertanyaan, “ apa benar Bapak itu menyeleweng? “. Orang bertanya demikian karena memperhatikan sikap, tingkah laku dan perbuatan Bapak itu sehari-hari sebagai orang baik-baik, suka menolong, hidup sedrhana, dan tidak berlebih-lebihan.

            Disamping itu didalam al-Qur’an terdapat banyak ayat yang dapat membantu menumbuhkan sakinah dalam jiwa, menghilangkan keresahan hati, menghilangkan kenangan pahit dan sekaligus menghimbau untuk menggapai segala problema kehidupan masa depan dengan jiwa yang tenang dan mantap.

Selasa, 19 April 2016

Tugas IBD 4 Manusia dan Keadilan

Tugas IBD 4 Manusia dan Keadilan
MANUSIA DAN KEADILAN
(Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Softskill Ilmu Budaya Dasar)
Disusun oleh:
Anis Ayu Astari
(50415817)
Kelas:
1IA07

Definisi Keadilan
Menurut Saya pada intinya, keadilan adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya dan adil berarti tengah. Adil pada hakikatnya bahwa kita memberikan kepada siapa saja apa yang menjadi haknya. Keadilan berarti tidak berat sebelah, menempatkan sesuatu di tengah-tengah, tidak memihak. Keadilan juga diartikan sebagai suatu keadaan dimana setiap orang baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara memperoleh apa yang menjadi haknya, sehingga dapat melaksanakan kewajibannya.




Penjelasan nya :
            Dari gambar di atas membuktikan bahwa si anak belum mendapatkan sebuah keadilan dar si orang tua. Karena apa di saat anak berusia atau berumur masih kecil, sewajarnya si anak harus mendapatkan keadilan untuk bermain bersama teman nya bukan di ajak untuk bekerja. Memang baik mengajarkan anak untuk bekerja tapi di waktu yang masih relavan kecil ini si anak seharusnya banyak mengisi waktunya untuk belajar ataupun brsosialisasi dengan teman nya setidaknya bermain untuk kesenangan rohani nya. Dan si anak juga tidak terlalu bergantung pada si ibu atau bapak nya. Alangkah baiknya si anak biarkan ditinggal dirumah atau si ibu tidak membawanya ikut bekerja. Dapat disimpulkan keadilan adalah sebagai titik tengah kebenaran yang dilandasi oleh nilai kebaikan.



Tugas IBD 3 Manusia dan Penderitaan

Tugas IBD 3 Manusia dan Penderitaan
MANUSIA DAN PENDERITAAN
(Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Softskill Ilmu Budaya Dasar)
Disusun oleh:
Anis Ayu Astari
(50415817)
Kelas:
1IA07

Definisi Penderitaan
Menurut saya penderitaan adalah menanggung atau menjalani sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Penderitaan itu ada tiga macam yaitu penderitaan yang dialami secara lahir (fisik), penderitaan yang dialami secara batin (mental/ psikologis), dan yang ketiga gabungan dari penderitaan lahir dan penderitaan batin (fisik dan psikologis). Tentu saja penderitaan tidak akan mucul jika tidak ada yang menyebabkannya untuk muncul.



Penjelasan :        
            Dari gambar diatas adalah contoh dari satu sebuah penderitaan. Di dalam gambar tersebut terdapat sosok ibu yang notabene berprofesi sebagai pemulung dan sedang menggandeng putrinya. Ibu tersebut setiap hari selalu membawa karung yang di tentengnya dan alat untuk mengambili botol bekas atau kardus bekas. Dan yang paling membuat trenyuh si anak yang setiap hari selalu dibawanya. Sebuah penderitaan bagi si anak dan bagi si ibu. Saya tidak tau persis asal usul dari si ibu sendiri mungkin ibu datang ke kota untuk bekerja lebih baik tapi apalah kehendak Tuhan , mungkin ini adalah jalan takdir yang diberikan oleh Tuhan untuk Beliau.



Selasa, 05 April 2016

Tugas IBD 2 Manusia dan Keindahan

Tugas IBD 2 Manusia dan Keindahan
MANUSIA DAN KEINDAHAN
(Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Softskill Ilmu Budaya Dasar)
Disusun oleh:
Anis Ayu Astari
(50415817)
Kelas:
1IA07
BUKIT BINTANG

            Bukit Bintang merupakan salah satu lokasi nongkrong favorit saya jika berkunjung di Yogyakarta,karena apa selain tempatnya bagus pemandangan nya juga indah . Terletak di perbatasan Bantul dan Gunungkidul, siapa pun yang berkunjung ke kawasan ini dapat menikmati taburan gemintang di langit malam serta kerlip benderang lampu kota dari ketinggian.
Jika Bandung punya kawasan Bukit Moko dan Semarang punya Bukit Gombel sebagai tempat menghabiskan malam sembari menikmati taburan bintang dan kerlip lampu kota, Yogyakarta pun tak mau kalah. Kota ini memiliki Bukit Bintang yang selalu ramai dipadati kawula muda untuk menikmati keindahan malam. Terletak di kawasan Patuk, Bukit Bintang menjadi tempat yang sempurna untuk menikmati senja hingga malam tiba.
Untuk mencapai Bukit Bintang sangatlah mudah. Kita cukup menyusuri jalan menuju Wonosari, Gunungkidul. Bukit Bintang terletak di pinggir jalan setelah naik dari kawasan Piyungan dan sebelum Kecamatan Patuk. Di pinggir jalan utama yang langsung berhadapan dengan tebing itu telah dibangun kursi beton panjang yang bisa dijadikan tempat duduk. Dari kursi beton tersebut pengunjung dapat melihat langsung suasana kota Jogja di malam hari tanpa terhalang oleh apa pun.
Saat cuaca cerah, Bukit Bintang sudah dipadati pengunjung yang kebanyakan muda-mudi sejak sore hari. Biasanya mereka pulang dari berwisata di pantai-pantai Gunungkidul atau memang mengkhususkan datang ke Bukit Bintang. Dari tempat ini pengunjung bisa menyaksikan landskap Gunung Merapi Merbabu dan pesawat yang landing maupun take off di Bandara Adisucipto. Jika beruntung, pemandangan sunset yang indah dengan warna langit yang menggoda pun bisa dinikmati dari tempat ini.
                                                                                         
Dinner Romantis di Bukit Bintang
            Puas menikmati sunset, kini saatnya beralih menikmati secangkir teh poci atau kopi guna menghangatkan diri dari hembusan angin yang semakin kencang. Di kawasan Bukit Bintang ini terdapat banyak warung dan kedai kopi sederhana. Meski rata-rata bangunannya semi permanen, tapi pemandangan yang disajikan sangat juara. Sambil menikmati minuman hangat dan obrolan bersama kawan, pengunjung bisa tetap menyaksikan landskap Jogja di malam hari yang mempesona. Jangan lupakan juga jagung bakar aneka rasa sebagai teman ngobrol.
Ingin menikmati dinner romatis bersama orang terkasih? Tak perlu khawatir, kita bisa melakukannya di Bukit Bintang. Selain terdapat aneka warung sederhana, di Bukit Bintang juga ada beberapa restaurant yang bias dijadikan lokasi dinner. Bahkan ada tempat yang memiliki fasilitas outdoor restaurant dengan view Jogja cityscape di malam hari. Perpaduan cahaya lilin di meja, taburan bintang di angkasa, serta lautan cahaya lampu kota semakin menguatkan aura romantisme yang ada.

Tempat wisata yang murmer alias murah merindah dengan pemandangan yang tak kalah jauh dari kata indah dan romantis.

Tugas ke-2. Komputasi Awan

Cloud Computation (Komputasi Awan) Pengertian Komputasi Awan Komputasi Awan adalah sebuah layanan penyimpanan data secara  onlin...